Fokus | India siap mencabut pembatasan perdagangan terhadap China, dan hubungan China-India mungkin akan mengalami perubahan signifikan!
Menurut beberapa sumber, hubungan China-India mungkin berada di ambang titik balik penting.
India mungkin akan mencabut pembatasan perdagangan dan investasi terhadap China. Dilaporkan bahwa dengan meredanya situasi tegang di sepanjang perbatasan China-India, India saat ini mengusulkan sejumlah langkah untuk melonggarkan pembatasan perdagangan dan investasi yang sebelumnya diberlakukan terhadap China. Para pembuat kebijakan India kini lebih bersedia untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral. Terutama ketika Presiden AS Trump terus menerus menekan India terkait masalah tarif, hal ini dianggap sebagai peluang yang menguntungkan untuk memperbaiki hubungan dengan China.
Sumber-sumber mengungkapkan bahwa negosiasi terkait telah berlangsung selama beberapa waktu, dan langkah-langkah spesifik untuk melonggarkan pembatasan diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang. Ini adalah kabar baik bagi perusahaan kami. Kami menjual banyak NYONYA KONEKTOR, HEADER PIN DAN KABEL DATAR ke pasar India. Semoga kita bisa mendapatkan lebih banyak bisnis dari pasar India.
Kembali ke posisi mitra dagang terbesar
Sebagai dua ekonomi berkembang utama di dunia, China dan India telah menunjukkan situasi yang kompleks namun erat dalam hubungan perdagangan bilateral mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, ekspor China ke India mencapai 120,481 miliar dolar AS, meningkat 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor dari India menurun sebesar 3,0% menjadi 17,997 miliar dolar AS. Total volume perdagangan mencapai 118,4 miliar dolar AS, dan China kembali merebut posisi sebagai mitra dagang terbesar India setelah dua tahun.
Data dari Global Trade Research Initiative (GTRI) menunjukkan bahwa barang-barang Tiongkok menyumbang 15% dari total impor India, dan proporsinya bahkan lebih tinggi di bidang-bidang utama seperti produk mekanik dan listrik serta bahan baku kimia.
Surat kabar Business Standard India menganalisis dan menunjukkan: "Meskipun telah diterapkan sejumlah langkah pembatasan, defisit perdagangan India dengan China terus meningkat, yang mendorong para pembuat kebijakan untuk mengevaluasi kembali efektivitas kebijakan yang ada."
Selain itu, India, seperti China, menghadapi hambatan tarif agresif dari Amerika Serikat. Dialog yang erat dengan China mengenai normalisasi hubungan bisnis bilateral dapat mengirimkan sinyal kepada Amerika Serikat, "yang mungkin memainkan peran sebagai penyeimbang potensial."
Venu, pendiri The Wire di India, mengatakan pada tanggal 24 bahwa tekanan besar yang ditimbulkan oleh tuntutan Trump untuk penyesuaian tarif membuat India merasa perlu untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasinya dengan China.
• India berencana memangkas tarif impor terhadap Amerika Serikat
Menurut sumber pemerintah pada hari Selasa (25 Maret), India bersedia memangkas tarif impor barang-barang AS senilai US$23 miliar. Jika diterapkan, ini akan menjadi pemangkasan tarif terbesar di India dalam beberapa tahun terakhir, dengan tujuan untuk meredam rencana "tarif timbal balik" yang akan diluncurkan oleh pemerintahan Trump di Amerika Serikat.
Presiden AS Trump sebelumnya mengumumkan bahwa langkah-langkah tarif timbal balik global akan mulai berlaku pada tanggal 2 April. Ancaman ini telah mengganggu pasar global utama dan membuat para pembuat kebijakan di berbagai negara, terutama sekutu dan mitra dagang jangka panjang Amerika Serikat, merasa panik.
Dua sumber pemerintah India mengungkapkan bahwa dalam analisis internal, pihak India memperkirakan bahwa jika India terus mempertahankan tarif saat ini, maka tarif timbal balik dari Amerika Serikat akan memengaruhi 87% dari total nilai barang India yang diekspor ke Amerika Serikat, yang bernilai sekitar 66 miliar dolar AS.
Menurut rencana terbaru, India bersedia mengurangi tarif pada 55% barang impor AS (senilai lebih dari 23 miliar dolar AS), dan barang-barang ini saat ini dikenakan tarif mulai dari 5% hingga 30%. Untuk bagian barang ini, India mungkin akan mengurangi secara signifikan atau bahkan menghapuskan sepenuhnya tarif impor.










