Perhatian | Berbagai komoditas dilarang diimpor dan diekspor! Berikut daftar larangan dan pembatasan perdagangan nasional terbaru.
Sejak Juli, Thailand, Jepang, Rusia, dan negara-negara lain telah mengeluarkan larangan perdagangan atau menyesuaikan pembatasan perdagangan. Perusahaan-perusahaan terkait diminta untuk memperhatikan tren kebijakan dengan saksama, secara efektif menghindari risiko dan mengurangi kerugian ekonomi.Konektor Jumper, Blok Terminal Tanpa Sekrup Dan Reflektor Elektroform perlu diperhatikan.
Thailand
Impor limbah plastik akan dilarang mulai 1 Januari 2025.
Pemerintah Thailand telah memutuskan untuk melarang impor limbah plastik mulai 1 Januari 2025. Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand menyatakan optimistis terhadap target daur ulang seluruh limbah plastik pada tahun 2027. Untuk mendorong daur ulang limbah plastik, departemen tersebut bekerja sama dengan sektor swasta untuk mempercepat produksi produk plastik yang dapat didaur ulang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.
Jepang
Lima barang dan teknologi spesifik terkait semikonduktor baru ditambahkan di bawah kendali ekspor.
Baru-baru ini, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang secara resmi mengumumkan revisi Peraturan Pengelolaan Perdagangan Ekspor dan Peraturan Devisa yang dikeluarkan tahun lalu, dengan menambahkan lima barang dan teknologi spesifik terkait semikonduktor baru ke dalam kontrol ekspor, yang akan secara resmi diterapkan pada tanggal 8 September tahun ini.
Impor produk yang mengandung asam perfluorooktanoat dan senyawanya dilarang.
Pada tanggal 10 Juli, pemerintah Jepang mengeluarkan Peraturan Kabinet No. 244, yang mengubah Undang-Undang Pengawasan Penilaian dan Pembuatan Zat Kimia, secara resmi memasukkan isomer asam perfluorootenat dan garamnya serta senyawa terkait ke dalam pengelolaan kategori pertama zat kimia tertentu. Mulai tanggal 10 Januari 2025, pembuatan, impor, dan penggunaan asam perfluorootenat dan senyawanya serta impor produk yang mengandung zat-zat tersebut dilarang kecuali dengan izin atau otorisasi khusus.
India
Melarang investasi asing pada beberapa obligasi yang baru diterbitkan. Investor asing tidak lagi bebas membeli obligasi pemerintah India jangka waktu 14 tahun dan 30 tahun yang baru, menurut pengumuman RBI.
Pada tanggal 29 Juli, RBI menyatakan di situs webnya bahwa penyesuaian tersebut berlaku segera, tetapi tidak menjelaskan alasannya dan bahwa obligasi yang ada dalam kategori jalur akses penuh (FAR) tidak akan terpengaruh oleh arahan tersebut.
Berdasarkan aturan pemerintah India untuk melindungi pasar keuangan mereka dari dana spekulatif, warga negara asing hanya diperbolehkan memegang sebagian dari obligasi baru yang diterbitkan.










